Kasus Kekerasan di Lingkungan Kerja Gegerkan Boltim, Publik Desak Tindakan Tegas PT ASA

Tutuyan, InaraNet.com —Selasa, 5 Juli 2025, Dunia ketenagakerjaan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali tercoreng. Seorang karyawan perusahaan keamanan diduga menjadi korban pemukulan oleh atasan langsungnya, seorang Superintendent (Suptend) Security berinisial MT, yang dikontrak oleh PT Arafura Surya Alam (ASA).

Korban, warga Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan, bekerja di PT Nawakara Perkasa Nusantara — perusahaan penyedia jasa keamanan mitra PT ASA. Peristiwa yang terjadi sekitar sepekan lalu ini langsung memicu reaksi keras dari masyarakat, khususnya para pemuda setempat.

Tokoh pemuda Boltim, Asmawan Lasambu, mengecam keras tindakan tersebut.

“Tindakan ini tidak bisa dibenarkan dalam bentuk apa pun, apalagi dilakukan oleh seorang atasan terhadap bawahan. Ini bentuk intimidasi dan pelanggaran hak asasi pekerja. Kami mendesak PT ASA bersikap tegas, apalagi kasus ini sudah berjalan kurang lebih seminggu,” tegas Lasambu, Selasa (5/8/2025).

Ia juga menilai insiden ini harus menjadi momentum evaluasi bagi perusahaan.

“Suptend bisa saja diambil dari daerah Boltim. Banyak pensiunan yang punya kemampuan. Kalau suptendnya orang lokal, pasti menambah perputaran ekonomi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Manager PT ASA, Regi Pontoh, saat dikonfirmasi hanya memberikan jawaban singkat.

“Masih dalam proses investigasi,” ujarnya melalui pesan singkat.

Pihak PT Nawakara Perkasa Nusantara sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan atasan terhadap bawahan di dunia kerja, yang jika dibiarkan berpotensi menimbulkan rasa takut di kalangan pekerja, terutama mereka yang bekerja dengan sistem outsourcing.

Masyarakat Boltim kini menunggu langkah nyata dari perusahaan maupun aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini secara objektif, transparan, dan berkeadilan.

Loading