Amerika Ketar-Ketir: QRIS Tantang Dominasi Sistem Pembayaran Global

Jakarta, InaraNet.com – Keberhasilan Indonesia mengembangkan sistem pembayaran digital lokal, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), mulai menarik perhatian dunia, termasuk Amerika Serikat. Negara adidaya tersebut disebut mulai waspada terhadap potensi QRIS yang tak hanya memperkuat ekonomi digital nasional, tetapi juga menantang dominasi sistem pembayaran global yang selama ini dikendalikan oleh perusahaan-perusahaan Barat seperti Visa dan Mastercard.

QRIS, yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia sejak 2019, kini telah digunakan oleh jutaan pelaku usaha di berbagai penjuru tanah air, mulai dari pedagang kaki lima hingga pelaku UMKM digital. Dengan hanya satu kode QR, pengguna dapat melakukan transaksi dari berbagai aplikasi dompet digital lokal seperti GoPay, OVO, Dana, dan lainnya.

Menurut pengamat ekonomi digital dari Universitas Indonesia, kehadiran QRIS memperlihatkan langkah strategis Indonesia dalam mengamankan data transaksi, memperluas inklusi keuangan, dan memperkuat kedaulatan ekonomi digital. “Bagi negara-negara maju seperti Amerika, ini adalah sinyal bahwa dominasi mereka di bidang sistem pembayaran mulai mendapatkan tandingan dari negara berkembang,” ujarnya.

Selain menjadi standar nasional, Bank Indonesia juga telah memperluas kerja sama QRIS secara regional, seperti dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura. Hal ini menambah kekhawatiran global bahwa sistem pembayaran lokal di Asia Tenggara bisa menjadi alternatif baru yang lebih efisien dan murah dibanding sistem lama yang bergantung pada infrastruktur keuangan Barat.

Pihak Amerika, sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait QRIS, namun sumber diplomatik menyebutkan bahwa Washington mulai memantau secara cermat perkembangan sistem pembayaran digital lokal di Asia, termasuk Indonesia.

Sementara itu, pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memperluas penggunaan QRIS sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital nasional. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, “QRIS adalah simbol kemandirian teknologi finansial Indonesia yang mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat.”

Loading